News
Pejabat Aceh Melanggar Syariah, Mahasiswa dan Organisasi Sosial Bungkam
02 Februari 2026 23:42
Aceh, negeri yang dikenal dengan identitas syariah, menghadapi ironi besar. Pejabat yang seharusnya menjaga nilai-nilai syariah justru melanggarnya secara terang-terangan. Mereka menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, sementara rakyat kecil harus patuh pada aturan ketat.
Praktik korupsi ini sering berjalan beriringan dengan budaya patriarki yang kuat. Perempuan sering menjadi objek, bukan subjek. Relasi kuasa timpang dilegitimasi atas nama adat dan agama.
Pejabat Melanggar Syariah
- Pejabat Aceh sering melanggar nilai dan norma syariah.
- Kekuasaan digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan sebagai amanah.
- Aturan ketat bagi rakyat kecil, tetapi lentur bagi elite.
- Syariah hanya dijadikan alat kontrol sosial, bukan untuk menertibkan elite.
Mahasiswa dan Organisasi Sosial Bungkam
- Mahasiswa dan organisasi sosial Aceh kian menjauh dari peran kontrol sosial.
- Kritik diganti dengan kompromi, idealisme ditukar dengan bantuan dana.
- Keberanian berbicara kebenaran menjadi barang langka.
- Hilangnya fungsi kontrol menciptakan ruang hampa yang berbahaya.
