News
117 KK Penyintas Banjir Aceh Utara Berpuasa di Tenda Pengungsian
20 Februari 2026 22:03
Memasuki hari kedua Ramadan, 117 kepala keluarga (KK) korban banjir besar di Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kabupaten Aceh Utara, masih bertahan di tenda pengungsian yang berdiri di bawah pepohonan kelapa sawit. Para penyintas menjalani sahur dan berbuka puasa di tenda darurat berlapis terpal dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Salah seorang pengungsi, Halawiyah (69), mengaku Ramadan kali ini menjadi pengalaman paling berat sepanjang hidupnya. Rumah yang ia tempati bersama anak-anaknya hilang terseret arus banjir. Kondisi kesehatannya yang menurun membuat situasi di pengungsian terasa semakin berat.
Kondisi Pengungsian
- 117 KK atau 520 jiwa mengungsi di tenda pengungsian di kebun sawit.
- Fasilitas serba terbatas, termasuk musala darurat untuk salat tarawih.
- Logistik masih sangat kurang memadai, meskipun ada bantuan dari dapur umum.
Harapan Para Penyintas
- Pembangunan hunian sementara (huntara) direncanakan di Dusun Kareung oleh Menteri Pekerjaan Umum melalui Waskita.
- Para penyintas berharap proses pembangunan dapat segera rampung agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.
Dampak Banjir
- Banjir besar telah menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah dan infrastruktur di wilayah tersebut.
- Dampak sosial dan ekonomi dirasakan oleh warga, terutama dalam hal akses ke kebutuhan dasar dan layanan kesehatan.
