News
19 Puskesmas Aceh Utara Beroperasi Kembali, Layanan Poli Dialihkan ke UGD
31 Januari 2026 20:38
Sebanyak 19 puskesmas di Aceh Utara yang sempat terdampak banjir kini mulai beroperasi kembali, meskipun pelayanan kesehatan masih dilakukan secara terbatas. Untuk sementara, layanan poli dialihkan dan dipusatkan di Unit Gawat Darurat (UGD) akibat kerusakan fasilitas dan peralatan medis yang terdampak banjir.
Dari total 32 puskesmas yang tersebar di 27 kecamatan, lima puskesmas dilaporkan mengalami kerusakan paling parah, khususnya di wilayah Kecamatan Langkahan, Sawang, Tanah Jambo Aye, dan Seunuddon.
Kerusakan dan Pelayanan
- 19 puskesmas di Aceh Utara mulai beroperasi kembali.
- Layanan poli dialihkan ke UGD akibat kerusakan fasilitas.
- 5 puskesmas mengalami kerusakan parah di kecamatan Langkahan, Sawang, Tanah Jambo Aye, dan Seunuddon.
- Pelayanan rawat jalan difokuskan di ruang UGD.
- Beberapa ruang poli seperti poli Penyakit Tidak Menular (PTM) dan poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) mengalami kerusakan peralatan akibat terendam banjir.
Upaya Pemulihan
- Beberapa puskesmas sudah mulai melakukan perbaikan ringan sehingga sebagian ruang poli bisa kembali difungsikan.
- Ada juga puskesmas yang belum dapat memberikan pelayanan standar karena alatnya rusak berat atau hilang terbawa banjir.
- Ketersediaan obat-obatan masih mencukupi, berkat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh serta bantuan relawan.
- 87 puskesmas pembantu (Pustu) yang mulai beroperasi sejak Januari 2026, turut membantu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
- Banjir juga berdampak pada wilayah kerja puskesmas di sejumlah kecamatan akibat rusaknya infrastruktur seperti jembatan putus dan jalan yang rusak.
- Dinas Kesehatan Aceh Utara telah mendirikan posko pelayanan kesehatan di sejumlah titik pengungsian untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan selama masa pemulihan pascabanjir.
