News
19 Ribu Warga Aceh Utara Masih Mengungsi, Lahan Kendala Huntara
3 hari yang lalu
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara masih menyebabkan 19.236 jiwa atau 5.269 kepala keluarga (KK) mengungsi di 94 titik lokasi. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara menunjukkan penurunan jumlah pengungsi dibandingkan awal Februari, tetapi banyak warga masih tinggal di tenda atau tempat seadanya.
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Aceh Utara, Fauzan MAP, menyatakan bahwa kendala utama pembangunan hunian sementara (huntara) adalah persoalan lahan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menyelesaikan pembangunan huntara sebelum Lebaran.
Kondisi Pengungsi Saat Ini
- 19.236 jiwa masih mengungsi di 94 titik lokasi.
- Penurunan signifikan terjadi di Kecamatan Langkahan, dari 12.824 jiwa menjadi 3.476 KK.
- Di Kecamatan Lapang, jumlah pengungsi turun dari 5.790 jiwa menjadi 781 jiwa.
- Warga mulai pindah ke rumah keluarga atau membangun tempat seadanya di dekat rumah mereka.
Kendala Pembangunan Huntara
- Lahan menjadi kendala utama karena tidak semua desa memiliki aset tanah yang bisa digunakan.
- Pemerintah daerah tidak memiliki dana untuk ganti rugi lahan.
- Beberapa pemilik tanah bersedia memberikan lahan dengan skema pinjam pakai.
Upaya Pemerintah
- Pemkab Aceh Utara menargetkan pembangunan huntara selesai sebelum Lebaran.
- Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat penyediaan lokasi dan penyelesaian unit-unit huntara.
- Dapur umum masih tersedia di beberapa lokasi huntara, tetapi pola konsumsi berubah menjadi memasak sendiri oleh masing-masing keluarga.
