Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

25.973 Warga Aceh Utara Masih Mengungsi Pasca Banjir 2025, Langkahan Terparah

10 Februari 2026 08:39

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 26 November 2025 hingga kini masih menyisakan puluhan ribu warga yang harus bertahan di lokasi pengungsian. Di antara para pengungsi tersebut terdapat kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, balita, dan penyandang disabilitas.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambi, Ahad (8/2/2026), hingga saat ini tercatat sebanyak 6.886 kepala keluarga (KK) atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Dampak Banjir di Aceh Utara

  • 6.886 KK atau 25.973 jiwa masih mengungsi di 119 titik pengungsian.
  • 696 gampong di 27 kecamatan terdampak banjir.
  • 124.549 KK atau 433.064 jiwa total warga terdampak.
  • 5,5 persen dari total jiwa terdampak masih belum dapat beraktivitas normal.

Kecamatan Terparah

  • Kecamatan Langkahan: 3.476 KK atau 12.824 jiwa masih mengungsi di 35 titik pengungsian.
  • Kecamatan Tanah Jambo Aye: 666 KK atau 2.664 jiwa masih berada di pengungsian.
  • Kecamatan Lapang: 1.470 KK atau 5.790 jiwa belum dapat kembali ke rumah.
  • Kecamatan Dewantara: 120 KK atau 386 jiwa masih bertahan di tiga titik pengungsian.
  • Kecamatan Sawang: 609 KK atau 2.155 jiwa mengungsi di 13 titik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Fauzan MAP mengatakan, Kecamatan Langkahan menjadi wilayah dengan kondisi paling berat. Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memprioritaskan penanganan di kecamatan dengan rasio pengungsi tertinggi, serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Utara dapat segera pulih sepenuhnya.

25.973 Warga Aceh Utara Masih Mengungsi Pasca Banjir 2025, Langkahan Terparah
0123456789