News
6,7 Ribu Hektare Tambak Aceh Timur Rusak Banjir, Kerugian Rp2,5 Miliar
01 Februari 2026 19:05
Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur diujung tahun 2025, menyisakan duka mendalam bagi sektor perikanan. Berdasarkan data terbaru, seluas 6.712,9 hektare (Ha), lahan tambak milik warga dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat diterjang luapan air.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Timur, Syarifuddin mengungkapkan, bahwa dampak bencana ini tidak hanya merusak bentang alam, tetapi juga menghancurkan struktur ekonomi para petani tambak di berbagai wilayah.
Dampak Kerusakan Tambak
- Luas kerusakan: 6.712,9 hektare
- Kerusakan berat: Dominasi kerusakan berat menunjukkan betapa kuatnya hantaman banjir yang meruntuhkan infrastruktur dasar tambak di lapangan.
- Kerugian finansial: Total nilai kerugian mencapai Rp2.545.855.400 atau Rp2,5 miliar lebih.
- Kerusakan infrastruktur: Rp 872.421.100, mencakup biaya perbaikan tanggul yang jebol, pintu air yang hancur, serta pembersihan saluran tambak.
- Kerugian produksi: Rp 1.673.434.300, meliputi hilangnya komoditas siap panen maupun bibit ikan dan udang yang hanyut terbawa arus banjir.
Kondisi ini membuat para petambak di Aceh Timur berada dalam posisi sulit. Banyak dari mereka yang kehilangan modal seluruhnya, sehingga tidak mampu memulai kembali siklus tebar benih untuk musim selanjutnya. “Kerugian produksi menjadi beban terberat bagi petani karena komoditas mereka hilang seketika,” terangnya. “Kami berharap ada langkah verifikasi cepat dari pihak terkait agar bantuan pemulihan ekonomi segera tersalurkan,” ujar Syarifuddin.
Pada bagian lain, pihak dinas terkait sudah melakukan pendataan dan akan diturunkan tim survei untuk melakukan verifikasi dan data nanti akan diserahkan ke provinsi agar bisa ditindaklanjuti. Tujuannya dari pendataan dan survei ini dilakukan agar adanya stimulus dari pemerintah nantinya untuk meringankan beban petani serta adanya pemberdayaan.
