News
82 Ribu Warga Aceh Utara Mengungsi, 246 Tewas Akibat Banjir Parah
25 Januari 2026 08:25
Banjir besar yang melanda Aceh Utara telah menyebabkan 82.122 warga mengungsi di 137 lokasi. Data dari BPBD Aceh Utara mencatat bahwa korban jiwa telah mencapai 246 orang, dengan 5 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah, infrastruktur, fasilitas pendidikan, dan sektor ekonomi.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, relawan, dan organisasi kemanusiaan terus berupaya mempercepat distribusi bantuan, evakuasi, serta pemulihan bagi para korban.
Dampak Banjir
- 82.122 warga mengungsi di 137 lokasi
- 246 korban jiwa dan 5 orang hilang
- 9.707 rumah rusak berat, 26.398 rusak sedang, dan 62.890 rusak ringan
- 432 ruas jalan, 21 jaringan irigasi, 78 titik tanggul sungai, dan 69 unit jembatan rusak
- 670 PAUD, 274 SD, 271 SMP, 102 SMA, dan 23 sekolah kesetaraan terdampak
- 5 puskesmas dan 61 pustu mengalami kerusakan
- 2.565 nelayan terdampak, 435 unit armada tangkap rusak, dan 266 hektare saluran tambak tersier rusak
- 2.000 IKM, 14.648 UMKM, dan 224 kios Pasar Pemda ikut terdampak
Upaya Pemulihan
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, relawan, dan organisasi kemanusiaan terus berupaya mempercepat distribusi bantuan, evakuasi, serta pemulihan bagi para korban. Selain itu, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Bireuen juga turut membantu membersihkan lingkungan dan fasilitas umum di Peusangan Siblah Krueng.
Dampak Jangka Panjang
Banjir ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang luas, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat Aceh Utara. Pemulihan dan rekonstruksi diperkirakan akan memakan waktu yang lama dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Nilai Edukasi
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan mitigasi bencana dan pentingnya persiapan menghadapi bencana alam. Masyarakat diharapkan dapat belajar dari kejadian ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap bencana di masa depan.
