News
92 Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi Pasca Banjir Longsor November 2025
4 jam yang lalu
Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 masih meninggalkan dampak yang mendalam. Hingga 19 Januari 2026, sebanyak 91.962 jiwa atau 24.426 kepala keluarga (KK) masih bertahan di 988 titik pengungsian yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik.
Dampak Bencana di Berbagai Kabupaten
- Aceh Utara: 33.261 jiwa (9.242 KK) di 210 titik pengungsian
- Gayo Lues: 18.944 jiwa (5.571 KK) di 7 titik pengungsian
- Pidie Jaya: 14.794 jiwa (4.037 KK) di 38 titik pengungsian
- Aceh Tamiang: 6.052 jiwa (707 KK) di 513 titik pengungsian
- Aceh Tengah: 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik pengungsian
- Bireuen: 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik pengungsian
Upaya Pemerintah
Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi melalui berbagai langkah, termasuk:
- Distribusi logistik
- Layanan dapur umum
- Koordinasi lintas sektor
Dampak Keseluruhan
Bencana banjir dan longsor di Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang masih dilaporkan hilang. Dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana, tujuh daerah dilaporkan sudah tidak lagi memiliki titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.
Kondisi Terkini
Hingga saat ini, pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik.
