News
USK dan JICA Matangkan RS Pendidikan Tanggap Bencana di Aceh
20 Januari 2026 13:47
Universitas Syiah Kuala (USK) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) sedang mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan tanggap bencana di Aceh. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta menjadi pusat rujukan di Sumatera. Pembangunan rumah sakit ini juga diharapkan dapat menjadi simbol ketangguhan Aceh dalam menghadapi bencana. Dukungan luas dari masyarakat dan pemerintah daerah turut mendorong percepatan proyek ini.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyatakan bahwa proyek ini sedang memasuki tahapan krusial, yaitu transisi dari Blue Book menuju Green Book. Kunjungan delegasi JICA dari Tokyo bertujuan untuk melihat langsung kesiapan dokumen dan lokasi fisik. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat guna memastikan kelancaran administrasi.
Detail Proyek:
- Konsep Unik: Rumah sakit yang tanggap bencana, relevan dengan kondisi geografis Aceh.
- Fungsi Ganda: Pusat pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, serta pusat pelayanan kesehatan publik dengan keunggulan dalam manajemen krisis dan kebencanaan.
- Lokasi Strategis: Pembangunan direncanakan di area strategis kampus USK.
- Dukungan Luas: Mendapatkan dukungan dari internal universitas dan elemen masyarakat Aceh.
Tahapan Proyek:
- Blue Book ke Green Book: Transisi dari rencana daftar proyek pinjaman luar negeri jangka menengah menuju daftar rencana pinjaman luar negeri siap direalisasikan.
- Feasibility Study (FS): JICA akan melakukan survei detail terkait Studi Kelayakan.
- Dokumen Pendukung: USK telah menyiapkan dokumen awal FS yang akan disinergikan dengan standar kebutuhan JICA.
Manfaat Jangka Panjang:
- Investasi SDM: Keberadaan RS Pendidikan USK merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Aceh.
- Pusat Rujukan: Diharapkan menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan terbaik di wilayah Sumatera.
- Simbol Ketangguhan: Menjadi simbol ketangguhan Aceh dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan di masa depan.
