Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Aceh Kehilangan 39.687 Hektare Hutan pada 2025, Risiko Bencana Meningkat

3 hari yang lalu

Laporan terbaru dari Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) menunjukkan bahwa Aceh kehilangan 39.687 hektare tutupan hutan sepanjang tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan diduga menjadi faktor utama pemicu bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Menurut Manager GIS Yayasan HAkA, Lukmanul Hakim, tren kehilangan tutupan hutan di Aceh sempat menurun konsisten sejak 2015 hingga mencapai titik terendah pada 2023. Namun, pada tahun 2025, angka deforestasi melonjak tajam.

Dampak Deforestasi di Aceh

  • Kehilangan tutupan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Aceh mencapai 28.012 hektare pada tahun 2025.
  • Aceh Timur mengalami kehilangan hutan terbesar dengan 8.535 hektare, diikuti oleh Aceh Tengah (6.910 hektare), Gayo Lues (6.773 hektare), Bener Meriah (3.463 hektare), dan Aceh Utara (2.448 hektare).

Penyebab Kehilangan Tutupan Hutan

  • Faktor alami: Terjadi di wilayah Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah, berkaitan dengan bencana tanah longsor atau pembukaan lahan akibat fenomena alam.
  • Faktor antropogenik: Mendominasi di wilayah Aceh Selatan (2.195 hektare), Nagan Raya (2.195 hektare), dan Bireuen (1.261 hektare).

Risiko Bencana Alam

Kerusakan hutan di Aceh, terutama di Kawasan Ekosistem Leuser, memperparah risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa sebelum bencana pada akhir November 2025, tren peningkatan kehilangan tutupan hutan sudah terlihat.

Aceh Kehilangan 39.687 Hektare Hutan pada 2025, Risiko Bencana Meningkat