News
Aceh Ekspor 9.500 Ton Cangkang Sawit ke Jepang, Pelabuhan Krueng Geukueh Jadi Pijakan
06 Februari 2026 17:35
Aceh kembali mencatatkan aktivitas ekspor komoditas energi berbasis biomassa berupa Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang inti sawit ke Jepang melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, pada Januari 2026. Kapal pengangkut komoditas tersebut diberangkatkan pada 14 Januari 2026 dengan muatan sebanyak 9.500 metrik ton cangkang inti sawit.
Proses pemuatan PKS berlangsung selama 2 x 24 jam, dan perjalanan menuju Jepang diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hingga 20 hari.
Peran Pelabuhan Krueng Geukueh
Kegiatan ekspor ini dimotori oleh PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, dengan operasional terminal ditangani oleh PT Pelindo Subholding Multi Terminal (SPMT) Branch Lhokseumawe. Seluruh tahapan operasional ekspor melibatkan tenaga kerja lokal yang berada di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh.
Keamanan dan Pelayanan Optimal
Kepala KSOP Lhokseumawe, Zulhamdi, mengatakan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kepelabuhanan, khususnya untuk kapal asing. Jaminan keamanan merupakan syarat penting dalam menjaga kepercayaan mitra internasional terhadap pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, termasuk Pelabuhan Krueng Geukueh.
Branch Manager Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Aulia Rahman, menegaskan komitmen Pelindo dalam memberikan pelayanan optimal kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan. Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal agar eksportir merasa puas. Prinsip kami adalah memastikan proses pemuatan berjalan lancar tanpa penundaan, sehingga jadwal pengapalan dapat terpenuhi.
