News
65 Ribu Mobiler Sekolah Diperlukan untuk 669 Sekolah di Aceh Utara yang Terdampak Banjir
2 jam yang lalu
Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir tahun lalu meninggalkan dampak yang signifikan terhadap sektor pendidikan. Sebanyak 669 sekolah terdampak, dengan kerusakan yang mencakup mobiler, alat peraga, dan fasilitas praktikum. Saat ini, 65.000 unit mobiler sekolah diperlukan untuk menggantikan barang yang rusak, sehingga siswa tidak lagi harus belajar di lantai.
Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Aceh Utara, Dr Irhamni, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan mengusulkan perbaikan kepada pemerintah pusat. Proses pengusulan bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang berjalan di tingkat kementerian.
Dampak Banjir terhadap Sekolah
- 669 sekolah terdampak banjir, terdiri dari 274 PAUD/TK, 271 SD, 102 SMP, dan 23 sekolah kesetaraan.
- 1.081 set alat peraga pendidikan, 1.812 set mobiler, dan 1.861 unit alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ikut terdampak.
- 579 set alat laboratorium dan 1.678 set KIT Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mengalami kerusakan.
- 27.602 eksemplar buku terdampak akibat genangan air.
Kebutuhan dan Proses Perbaikan
- 65.000 unit mobiler sekolah diperlukan untuk menggantikan barang yang rusak.
- Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan ke APBN untuk memperbaiki ruang belajar dan mengadakan mobiler baru.
- Proses pengusulan sedang berjalan di tingkat kementerian, dengan harapan perbaikan ruang belajar dapat segera dimulai setelah penandatanganan kontrak.
Dr Irhamni menambahkan bahwa pengadaan mobiler baru akan dilakukan setelah proses rehabilitasi ruang kelas selesai. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta bersabar menunggu tahapan tersebut.
