News
5.269 KK Pengungsi Banjir Aceh Utara Pindah ke Huntara Sebelum Lebaran
1 hari yang lalu
Pemerintah Aceh Utara berupaya menyelesaikan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi 5.269 kepala keluarga (KK) atau 19.236 jiwa pengungsi banjir sebelum Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Hingga memasuki Ramadan ke-9, sebagian warga masih bertahan di tenda darurat atau menumpang di rumah keluarga.
Kendala utama dalam pembangunan Huntara adalah ketersediaan lahan. Tidak semua desa memiliki aset tanah yang dapat langsung digunakan, dan anggaran pembangunan tidak mencakup biaya ganti rugi lahan. Meski demikian, beberapa lokasi sudah mulai dihuni, dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat proses.
Kondisi Pengungsi Banjir di Aceh Utara
- Jumlah pengungsi aktif: 5.269 KK atau 19.236 jiwa yang tersebar di 94 titik pengungsian.
- Penurunan jumlah pengungsi: Dari awal Februari yang mencapai 6.886 KK atau 25.973 jiwa di 119 titik pengungsian.
- Total warga terdampak banjir: 433.064 jiwa dari 124.549 KK yang tersebar di 696 gampong.
Upaya Pemerintah
- Pembangunan Huntara: Difokuskan pada percepatan penyediaan lahan dan penyelesaian unit-unit Huntara yang masih dalam tahap konstruksi.
- Koordinasi lintas sektor: Dilakukan untuk memastikan warga yang rumahnya hancur atau rusak berat dapat segera menempati hunian sementara yang layak.
- Skema pinjam pakai lahan: Beberapa pemilik lahan bersedia meminjamkan tanah mereka dengan kompensasi berupa bangunan Huntara yang dapat dimanfaatkan pemilik setelah masa penggunaan berakhir.
Pemerintah daerah menargetkan pembangunan Huntara dapat diselesaikan secepat mungkin sebelum Lebaran, sehingga saat Idul Fitri nanti tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian.
