KembaliBerita

Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Inflasi Moderat di Aceh, Akademisi USK Ungkap Faktor Global

Ditulis oleh

ajnn.net

Tanggal

20 April 2026
Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Inflasi Moderat di Aceh, Akademisi USK Ungkap Faktor Global

Akademisi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Muhammad Ilhamsyah Siregar, menyebutkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi lebih banyak dipicu oleh faktor global, terutama lonjakan harga minyak dunia. Selain itu, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga memperbesar biaya impor BBM.

Menurut Ilham, kenaikan harga BBM non-subsidi dapat menekan daya beli, khususnya kelompok menengah ke atas, dan berpotensi memicu inflasi moderat melalui mekanisme kenaikan biaya produksi. Di sektor logistik, biaya operasional meningkat, terutama bagi transportasi dan distribusi barang yang menggunakan solar non-subsidi.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

  • Lonjakan harga minyak dunia sebagai faktor utama
  • Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS
  • Kebijakan dalam negeri pemerintah melalui BUMN energi
  • Faktor geopolitik global atau kebijakan negara produsen minyak

Dampak Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

  • Tekanan pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke atas
  • Potensi inflasi moderat melalui kenaikan biaya produksi
  • Peningkatan biaya operasional di sektor logistik
  • Perubahan pola konsumsi energi, termasuk peralihan ke BBM yang lebih murah

Solusi yang Diusulkan

  • Penguatan subsidi tepat sasaran dengan memastikan BBM subsidi hanya dinikmati kelompok yang berhak
  • Pengawasan distribusi BBM untuk menghindari kebocoran dan penyalahgunaan
  • Stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar atau intervensi distribusi
  • Diversifikasi energi untuk mendorong penggunaan energi alternatif seperti bahan bakar gas (BBG), listrik, dan biofuel
  • Insentif sektor logistik, seperti pengurangan pajak atau subsidi terbatas untuk sektor distribusi penting
  • Penguatan transportasi publik untuk memperkuat layanan agar masyarakat memiliki alternatif selain kendaraan pribadi

Fenomena Antrean BBM Subsidi Ilham menyoroti fenomena antrean BBM subsidi, khususnya solar, yang kini juga diikuti oleh kelompok masyarakat mampu. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan adanya distorsi harga akibat selisih signifikan antara BBM subsidi dan non-subsidi. Solusinya dengan digitalisasi dan pembatasan pembelian BBM subsidi, misalnya berbasis data kendaraan atau pengguna, penegakan hukum yang lebih tegas, dan edukasi publik tentang subsidi tepat sasaran.

#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website