Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Akses Terputus dan Cuaca Ekstrem Hambat Pembangunan Huntara di Aceh Timur

02 Februari 2026 14:17

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memacu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi ribuan warga terdampak banjir bandang di Aceh Timur. Namun, progres pembangunan ini dipenuhi banyak hambatan mulai dari jalur ekstrem dan cuaca tidak menentu yang membuat pekerjaan pembangunan terhambat.

Dalam wawancara bersama Serambi Indonesia, Anggota Dewan Pengawas BNPB, Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukanlah pada teknis bangunan, melainkan akses logistik. Infrastruktur yang luluh lantak membuat distribusi material menjadi misi yang hampir mustahil. Wilayah terisolir seperti Sahabat, Sijudo, hingga Simpang Jernih memaksa petugas dan material menyeberangi sungai.

Tantangan Akses Logistik

  • Akses material sangat sulit. Begitu hujan turun, jalur pedalaman berubah menjadi 'bubur lumpur' yang tak bisa ditembus kendaraan biasa.
  • Ini tantangan nyata kami di lapangan, ujar Isroil.

Strategi Pemulihan Bertahap

  • Pemerintah menerapkan skema bertahap untuk memulihkan kehidupan penyintas. Dimulai dari bantuan uang tunai (Dana Tunggu Hunian), kini fokus beralih pada Huntara sebagai jembatan transisi menuju Hunian Tetap (Huntap) yang lebih aman.
  • Saat ini, pembangunan tersebar di berbagai titik strategis, Simpang Ulim dan Julok.

Kemanusiaan dalam Proyek

  • BNPB mewajibkan penggunaan tenaga kerja lokal, yang berarti para korban banjir ikut terlibat langsung membangun rumah mereka sendiri.
  • Strategi ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.

Deadline dan Solusi

  • Warga harus sudah menempati hunian layak sebelum bulan suci Ramadan.
  • Isroil menegaskan bahwa kunci keberhasilan ini ada pada perbaikan akses jalan dan jembatan yang amblas.
  • Tanpa jalur yang memadai, material bangunan akan terus tertahan, dan warga akan dipaksa menunggu lebih lama di pengungsian yang tidak sehat, tuturnya.
Akses Terputus dan Cuaca Ekstrem Hambat Pembangunan Huntara di Aceh Timur
0123456789