News
Balapan Liar di Bireuen Ganggu Warga Jelang Ramadhan, Polisi Bubarkan
22 Februari 2026 16:59
Balapan liar kembali mencuat di Kabupaten Bireuen, Aceh, menjelang bulan Ramadhan. Aktivitas ini dilakukan oleh sekelompok remaja yang berkumpul di sejumlah titik, terutama di kawasan Simpang Mamplam dan Samalanga yang berbatasan dengan Kabupaten Pidie Jaya. Suara bising dari knalpot brong serta kerumunan remaja yang melakukan balapan liar menimbulkan keresahan masyarakat, terutama menjelang waktu Shalat Subuh ketika suasana seharusnya tenang untuk beribadah.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat gabungan dari Polsek Samalanga bersama Polres Pidie Jaya melakukan patroli pada Minggu pagi, 22 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil membubarkan aksi balapan liar di kawasan jalan rel kereta api, tepatnya di perbatasan Jangka Buya dengan Desa Anking, Kecamatan Samalanga. Sejumlah sepeda motor berhasil diamankan, terutama yang menggunakan knalpot brong.
Dampak dan Respons Masyarakat
- Keresahan Warga: Suara bising dan kerumunan remaja mengganggu ketenangan warga, terutama menjelang waktu Shalat Subuh.
- Aksi Polisi: Aparat kepolisian melakukan patroli dan membubarkan aksi balapan liar atas permintaan masyarakat.
- Harapan Warga: Keuchik Desa Puuk Samalanga, Muhammad Ali, berharap dengan adanya patroli rutin, aksi balapan liar dapat dicegah sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang.
Potensi Bahaya dan Langkah Penertiban
- Bahaya Keselamatan: Balapan liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan para remaja yang terlibat maupun pengguna jalan lainnya.
- Apresiasi Masyarakat: Langkah cepat aparat kepolisian dalam membubarkan aksi ini mendapat apresiasi dari masyarakat.
- Penertiban Konsisten: Harapannya, dengan penertiban yang konsisten, balapan liar tidak lagi terjadi, terutama di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ketenangan dan kekhusyukan ibadah.
