News
Anak-anak Sekumur Bertahan di Kampung Hancur Pasca Banjir Bandang
21 Januari 2026 15:30
Banjir bandang yang melanda Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, pada Rabu, 26 November 2025, meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga setempat. Anak-anak di kampung tersebut tetap bertahan dan beraktivitas di tengah puing-puing rumah dan gelondongan kayu yang berserakan.
Dari total 1.223 penduduk Kampung Sekumur, sekitar 335 di antaranya merupakan anak-anak. Mereka masih tinggal di kampung yang hancur dan menjalani kegiatan sehari-hari serta belajar di tengah keterbatasan yang ada.
Dampak Banjir Bandang
- 1.223 penduduk Kampung Sekumur terdampak banjir bandang.
- 335 anak-anak masih bertahan di kampung yang hancur.
- Anak-anak tetap menjalani aktivitas sehari-hari dan belajar di tengah keterbatasan.
- Banjir bandang meninggalkan puing-puing rumah dan gelondongan kayu yang berserakan.
Kondisi Pasca Banjir
- Kampung Sekumur luluh lantak usai banjir bandang.
- Warga, termasuk anak-anak, beraktivitas di tengah puing-puing.
- Keterbatasan infrastruktur dan fasilitas umum menjadi tantangan bagi warga.
Upaya Pemulihan
- Warga berusaha untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.
- Anak-anak tetap menjalani kegiatan belajar di tengah kondisi yang sulit.
- Dibutuhkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk pemulihan kampung.
Banjir bandang ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga Kampung Sekumur. Anak-anak yang tetap bertahan di kampung yang hancur menjadi simbol ketangguhan dan semangat warga Aceh Tamiang dalam menghadapi bencana.
Dengan kondisi yang masih sulit, warga Kampung Sekumur berharap dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan membangun kembali kampung yang hancur.
Bencana ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir seperti Aceh Tamiang. Upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana alam perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.
