Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (GAMPATA) menyoroti pemangkasan anggaran Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dinilai berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. Anggaran JKA yang semula dialokasikan sebesar Rp 253 miliar untuk tiga bulan kini dipangkas menjadi Rp 100 miliar, yang hanya cukup untuk satu bulan pelayanan.
Koordinator aksi GAMPATA, Saputra Ariga, menilai kebijakan anggaran Pemerintah Aceh tahun 2026 tidak berpihak kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi warga yang masih terdampak bencana banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota di Aceh. Ia mendesak Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, untuk menjelaskan kebijakan ini.
Dampak Pemangkasan Anggaran JKA
- Anggaran JKA dipangkas dari Rp 253 miliar menjadi Rp 100 miliar, yang hanya cukup untuk satu bulan pelayanan.
- Pemangkasan ini dinilai tidak berpihak kepada warga terdampak bencana, yang masih berjuang pulih dari dampak banjir dan longsor.
- Bencana tersebut telah merusak infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat di banyak daerah di Aceh.
Penanganan Bencana yang Lamban
- GAMPATA menilai penanganan bencana oleh pemerintah Aceh lamban dan tidak terarah.
- Informasi penanganan bencana dinilai sangat tertutup, menimbulkan kekhawatiran terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
- Di tengah kondisi masyarakat yang belum pulih, pemerintah diharapkan menghadirkan program yang berpihak kepada warga terdampak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.