News
Pasar Murah Ramadhan Pidie: Reaktif atau Solusi Jangkapan Panjang?
12 Februari 2026 15:31
Pasar murah Ramadhan 1447 Hijriyah yang akan digelar Pemerintah Pidie dan Aceh pada 14 - 16 Februari 2026, menuai kritik dari anggota Komisi II DPRK Pidie, Juwakir. Menurut Juwakir, pasar murah ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok secara sistemik.
Juwakir menegaskan, pasar murah lebih bersifat reaktif ketimbang solutif. Polanya selalu berulang setiap Ramadhan dan Idul Fitri, yang sejatinya bukan kejutan, melainkan fenomena tahunan yang dapat diprediksi.
Pasar Murah: Reaktif atau Solusi Jangkapan Panjang?
- Pasar murah dianggap sebagai solusi reaktif bukan solusi jangka panjang.
- Harga kebutuhan pokok di pasar umum semestinya sudah terjangkau tanpa intervensi sesaat.
- Pasar murah kerap berfungsi sebagai simbol kehadiran negara atau alat pencitraan menjelang hari besar.
- Dampak kenaikan harga dirasakan oleh ratusan ribu konsumen di Pidie, sementara pasar murah hanya menjangkau ribuan warga.
- Pasar umum tetap dikendalikan oleh rantai distribusi yang mahal, kartel yang dibiarkan, dan biaya logistik yang tak pernah benar-benar dibereskan.
- Pasar murah dapat dibenarkan dalam kondisi tertentu seperti bencana alam, gagal panen ekstrem, atau gangguan global yang tak terduga.
