News
Nelayan Simpang Mamplam Butuh TPI dan Penanganan Krueng Surien
3 hari yang lalu
Nelayan di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, menghadapi kendala serius dalam menjual hasil tangkapan mereka. Tanpa adanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang representatif, mereka kesulitan menyalurkan ikan segar ke pasar. Selain itu, kondisi Krueng Surien yang semakin menyempit mengancam lahan pertanian warga saat musim hujan.
Anggota DPRK Bireuen, H Jamaluddin, menyoroti potensi alam Simpang Mamplam yang belum tergarap maksimal. Ia mendesak pemerintah untuk membangun TPI, menyediakan fasilitas cold storage, dan menangani pendangkalan Krueng Surien. Akses perbankan yang sulit juga menjadi perhatian, karena warga harus menempuh perjalanan jauh untuk transaksi keuangan.
Permasalahan Utama
- Ketiadaan TPI: Nelayan kesulitan menyalurkan hasil tangkapan, mengurangi nilai jual ikan.
- Krueng Surien Menyempit: Ancaman banjir saat musim hujan yang merusak lahan pertanian.
- Akses Perbankan Terbatas: Warga harus ke Jeunieb atau Samalanga untuk transaksi keuangan.
- Subsidi Bibit dan Pupuk: Petani membutuhkan dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Harapan ke Depan Pemerintah diharapkan segera membangun infrastruktur pendukung seperti TPI dan cold storage. Penanganan Krueng Surien juga menjadi prioritas untuk mencegah banjir. Kehadiran Bank Aceh di Simpang Mamplam diharapkan dapat memudahkan akses keuangan warga.
