News
Mahasiswa FK USK Juara I di Nepal dengan Riset Depresi Tenaga Kesehatan
21 Januari 2026 09:33
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih Juara I dalam Scientific Poster Competition di East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2026 di Nepal. Tim yang terdiri dari Salwa Keisha, Nazira Evanda, Naja Nurilhaqqi Araz Albani, Putri Suhaila, dan Najwa Alifa ini mengangkat isu kesehatan mental tenaga kesehatan melalui riset tentang penggunaan esketamin sebagai terapi tambahan untuk depresi yang resisten terhadap pengobatan konvensional.
Penelitian ini berfokus pada tenaga kesehatan yang rentan mengalami tekanan psikologis berat, burnout, hingga depresi akibat beban kerja yang ekstrim. Tim USK bersaing dengan delegasi dari universitas ternama di Asia dan dinilai unggul oleh dewan juri internasional karena relevansi topik dan metodologi penelitian yang kuat.
Prestasi dan Kontribusi
- Juara I dalam Scientific Poster Competition di EAMSC 2026 di Nepal.
- Riset tentang Innovative Esketamine Nasal Spray sebagai terapi tambahan untuk depresi yang resisten terhadap pengobatan konvensional.
- Fokus pada tenaga kesehatan yang rentan mengalami tekanan psikologis berat.
- Dinilai unggul dalam relevansi topik dan metodologi penelitian oleh dewan juri internasional.
Dampak dan Apresiasi
- Prestasi ini mencerminkan kualitas pembinaan mahasiswa USK yang mampu bersaing di level tertinggi.
- Mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc.
- Diakui sebagai wujud nyata dari keunggulan akademik dan kepekaan sosial mahasiswa FK USK.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan civitas akademika USK, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa Aceh dalam diskursus kesehatan mental global. Riset ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif bagi tenaga kesehatan yang mengalami depresi, terutama di masa pandemi dan pasca-bencana seperti di Aceh.
Dengan capaian ini, mahasiswa FK USK membuktikan bahwa mereka tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga peka terhadap isu kesehatan dunia. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah internasional.
