News
Mahasiswa Apoteker USK Tanggap Bencana Banjir di Aceh Tamiang
03 Februari 2026 15:44
APTFI, IAI, dan USK Terjunkan Mahasiswa Profesi Apoteker ke Lokasi Bencana Aceh Tamiang
Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui Apoteker Tanggap Bencana (ATB), Senin (2/2/2026), melepas mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk bertugas di lokasi bencana banjir Aceh Tamiang.
Pelepasan ini menjadi langkah awal pengiriman mahasiswa secara bertahap dalam beberapa batch. Total sebanyak 60 mahasiswa telah dipersiapkan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Sinergi Antara APTFI, IAI, dan Perguruan Tinggi Farmasi
Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi perguruan tinggi farmasi pertama yang mengirimkan mahasiswa pada Batch I dalam program nasional ini. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara APTFI, IAI, dan perguruan tinggi farmasi dalam mendukung upaya tanggap darurat bencana, khususnya dari aspek kefarmasian dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Prosesi Pelepasan Mahasiswa
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech., didampingi Ketua Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Pengurus Pusat IAI, apt. Ganjar Raynatan, S.Si., serta Ketua Pengurus Daerah IAI Aceh yang juga Ketua Departemen Farmasi FMIPA USK, apt. Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm. Acara tersebut turut dihadiri pimpinan fakultas, jajaran dosen, dan Pengurus Daerah IAI Aceh.
Sambutan dari Dekan dan Ketua ATB
Dalam sambutannya, Prof. Taufik Fuadi Abidin menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa profesi apoteker di lokasi bencana tidak hanya sebagai pembelajaran berbasis pengalaman, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan nilai kemanusiaan dan Tridharma Perguruan Tinggi.
Ketua ATB PP IAI, apt. Ganjar Raynatan, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam misi kebencanaan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas sumber daya apoteker sejak dini. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan menjadi kunci membangun sistem respons bencana yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kebutuhan Aceh Tamiang
Sementara itu, Ketua PD IAI Aceh, apt. Tedy Kurniawan Bakri, menambahkan bahwa Aceh Tamiang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam aspek pelayanan kesehatan dan kefarmasian pascabencana. Kehadiran mahasiswa profesi apoteker diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak sekaligus memberikan pengalaman lapangan berharga dalam menghadapi situasi krisis kesehatan.
Rencana Pengiriman Mahasiswa
Program pengiriman mahasiswa ini direncanakan berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan dan kondisi wilayah terdampak. APTFI dan IAI menegaskan komitmennya untuk terus mengoordinasikan perguruan tinggi farmasi di seluruh Indonesia agar dapat berkontribusi aktif dalam misi kemanusiaan ini.
Melalui kegiatan tersebut, peran apoteker dan calon apoteker diharapkan semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.
