News
APTFI–IAI Bantu Warga Aceh Tamiang Pasca-Banjir dengan Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Logistik
18 Februari 2026 17:51
Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melalui Apoteker Tanggap Bencana (ATB) menggelar kegiatan pelayanan kesehatan (Pelkes), trauma healing, serta penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu dan Minggu (14–15/2/2026).
Tim APTFI–IAI turun bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) dari Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhammadiyah Purworejo, dan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini turut didukung IDI Bireuen, BSMI Provinsi Aceh, serta alumni Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal).
Pelayanan Kesehatan dan Trauma Healing
Kegiatan berlangsung selama dua hari di empat titik lokasi, yakni Desa Suka Jadi, Desa Dalam, Desa Kota Lintang, dan Desa Benua Raja. Sekitar 700 warga memperoleh layanan pengobatan gratis, pendampingan psikososial, serta bantuan kebutuhan dasar.
Bantuan Logistik
Selain pelayanan kesehatan dan trauma healing, tim juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, alat penyaring air bersih (filter air), kompor gas portable, serta peralatan belajar bagi anak-anak guna mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan pascabencana.
Kondisi Wilayah Terdampak
Meski banjir terjadi sekitar 80 hari sebelumnya, kondisi wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih. Warga masih menghadapi berbagai persoalan, seperti lingkungan yang dipenuhi debu sisa endapan banjir, keterbatasan akses air bersih, kerusakan sarana sanitasi, hingga infrastruktur jalan desa yang masih licin dan rusak. Sejumlah rumah warga juga belum sepenuhnya dibersihkan dari lumpur, sementara aktivitas ekonomi belum kembali normal.
Dukungan dan Apresiasi
Penanggung jawab kegiatan, apt Tedy Kurniawan Bakri M Farm, menyebutkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sejawat apoteker, dokter, dan mahasiswa profesi apoteker terhadap masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabanjir. Koordinator kegiatan, apoteker Annas S.Farm, menyampaikan bahwa kegiatan terjun langsung ke masyarakat penyintas banjir bandang merupakan agenda rutin sejak musibah melanda Aceh.
Ketua Dusun Desa Benua Raja, Budi Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim APTFI–IAI, para dokter, dan mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu warga yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan pokok.
