Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Konferensi Arsitek Dunia di Aceh Bahas Resiliensi Pasca Bencana

2 jam yang lalu

Konferensi internasional tentang bencana alam dan buatan manusia digelar di Banda Aceh. Acara ini dihadiri oleh pakar arsitektur dari seluruh dunia dan menekankan pentingnya resiliensi dan pemulihan pasca bencana.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Organisasi Arsitek Dunia (UIA) bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Arcasia Emergency Architects (AEA) ini bertujuan untuk menjadi wadah transfer pengetahuan, teknologi, dan pengalaman antar arsitek dunia dalam menghadapi risiko bencana.

Poin Penting Konferensi

  • Aceh sebagai Laboratorium Hidup: Banda Aceh dipilih sebagai tuan rumah karena pengalaman dan ketangguhannya menghadapi bencana, khususnya pasca tsunami 2004.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, asosiasi, media, dan dunia usaha dalam mendukung subsektor ekonomi kreatif arsitektur.
  • Inovasi Arsitektur: Ketua Umum IAI, Georgius Budi Yulianto, menyoroti peran arsitektur dalam membangun kembali kehidupan setelah bencana dan pentingnya inovasi dalam infrastruktur dan lingkungan binaan.
  • Peserta Internasional: Konferensi ini dihadiri oleh para pakar arsitektur dalam dan luar negeri, termasuk Ridwan Kamil, serta sambutan secara daring oleh Sekretaris Jenderal UIA, Rui Leao.

Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mitigasi bencana dan pemulihan pasca bencana, khususnya di daerah yang rentan bencana seperti Aceh.

Konferensi Arsitek Dunia di Aceh Bahas Resiliensi Pasca Bencana