News
Janda 3 Anak di Aceh Barat Daya Bertahan di Rumah Tak Layak Huni
6 jam yang lalu
Nurlaila (30), seorang janda dengan tiga anak, berjuang bertahan hidup di rumah tak layak huni di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Suaminya, Yusman (45), meninggal dunia saat melaut pada 9 April 2026, meninggalkan Nurlaila sebagai satu-satunya penopang bagi ketiga anaknya. Rumah mereka yang beratapkan seng dan berdinding papan rapuh berdiri di atas tanah milik orang tua Nurlaila, menambah beban kehidupan sehari-hari.
Tanpa pekerjaan tetap, Nurlaila bergantung pada bantuan keluarga dan tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak sulungnya masih duduk di kelas II SD, anak kedua di TK, dan bayi bungsunya yang berusia tiga bulan belum mengenal sosok ayahnya. Kerabat dekat Nurlaila, Ikramah, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian untuk menjamin pendidikan anak-anak dan bantuan pekerjaan bagi Nurlaila.
Kondisi Rumah dan Kehidupan Sehari-hari
- Rumah Nurlaila tergolong tidak layak huni dengan lantai semen kasar dan dinding papan yang mulai rapuh.
- Nurlaila harus membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari karena tidak memiliki sawah atau sumber penghasilan lain.
- Hari-harinya diisi dengan mengurus anak dan bergantung pada bantuan keluarga dan tetangga.
Harapan dan Bantuan yang Dibutuhkan
- Nurlaila berharap ada pekerjaan tetap untuk menafkahi anak-anaknya.
- Kerabat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian untuk menjamin pendidikan anak-anak.
- Panglima Laot Abdya, T Indra Kusuma, menekankan pentingnya solidaritas komunitas nelayan untuk membantu keluarga yang ditinggalkan.
Pentingnya Perlindungan bagi Nelayan
- Indra Kusuma mengimbau para nelayan untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan agar memiliki perlindungan ketika risiko kerja terjadi di laut.
- Ia menilai peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi komunitas nelayan untuk lebih kompak dan saling membantu.
