Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Sekolah Darurat di Aceh Tengah: Anak Pengungsi Serempah Kembali Belajar

23 Januari 2026 08:09

Di tengah situasi darurat pascabencana, pendidikan tidak boleh berhenti. Prinsip inilah yang melandasi kehadiran sukarelawan pendidikan dari Yayasan Sukma Bangsa Bireuen di Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka membuka sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi dari Desa Serempah yang terdampak bencana dan belum bisa kembali ke rumah mereka.

Kegiatan ini dimulai pada 15 dan 17 Januari 2026 dan akan berlanjut selama tiga bulan ke depan. Sekolah darurat ini bertujuan menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak yang mengalami trauma pascabencana.

Keberlangsungan Pendidikan di Tengah Keterbatasan

  • 46 siswa dari SD Negeri 10 Ketol mengikuti pembelajaran di sekolah darurat ini. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok belajar berdasarkan usia dan tingkat perkembangan.
  • Metode belajar sambil bermain diterapkan untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak. Aktivitas seperti bermain, menggambar, dan bercerita digunakan untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi dan mengalihkan perhatian dari rasa takut dan cemas.
  • Dukungan psikososial diberikan melalui kehadiran sukarelawan yang konsisten, penciptaan rutinitas yang dapat diprediksi, dan aktivitas sederhana yang memungkinkan anak-anak mengekspresikan diri secara aman.

Tantangan dan Harapan

  • Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama. Sekolah darurat ini masih menggunakan tenda dengan keterbatasan buku pelajaran, alat tulis, dan media pendukung lainnya.
  • Harapan warga untuk pembelajaran agama juga menjadi perhatian. Beberapa anak telah kehilangan buku Iqra yang biasa digunakan untuk belajar membaca Al-Qur’an.
  • Semangat belajar anak-anak tetap tinggi meskipun dalam kondisi sulit. Mereka menunjukkan antusiasme yang besar dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Dampak Jangka Panjang

Sekolah darurat ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aman dan penuh harapan bagi anak-anak pengungsi. Melalui kegiatan ini, sukarelawan berharap dapat menyalakan kembali semangat belajar, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan secercah harapan bagi anak-anak di tengah keterbatasan dan situasi darurat yang mereka hadapi.

Sekolah Darurat di Aceh Tengah: Anak Pengungsi Serempah Kembali Belajar
0123456789