News
Warga Aceh Tamiang Kesulitan Bersihkan Lumpur, BNPB Diminta Turun Langsung
23 Januari 2026 20:22
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu meninggalkan lumpur tebal yang sulit dibersihkan oleh warga. Koordinator Aceh Tamiang Corruption Watch (ATCW), Eddy Arnaldi, menyoroti permintaan BNPB agar warga membersihkan rumah sendiri sebagai tindakan yang tidak memahami kondisi lapangan.
Eddy menekankan bahwa warga sudah berusaha membersihkan rumah sejak hari pertama banjir surut, tetapi lumpur yang sangat tebal dan tidak adanya lokasi pembuangan membuat upaya ini sia-sia. Kondisi ini memerlukan intervensi alat berat yang tidak terjangkau oleh warga.
Kondisi Lapangan yang Sulit
- Lumpur tebal merendam hampir seluruh wilayah Aceh Tamiang.
- Warga tidak memiliki kekuatan untuk membersihkan lumpur tanpa alat berat.
- Alat berat yang dikirim oleh relawan justru dibisniskan, membebani warga.
Permintaan ATCW kepada BNPB
- BNPB diminta turun langsung melihat kondisi lapangan.
- Koordinasi yang buruk menyebabkan penanganan banjir lamban dan tidak terarah.
- Negara harus hadir untuk mencegah warga menjadi korban dua kali.
Eddy menyarankan BNPB memperkuat koordinasi di lapangan agar penanganan banjir lebih terarah dan efektif. Dia juga menekankan pentingnya peran negara dalam penanggulangan bencana untuk melindungi warga dari beban tambahan.
Dampak Jangka Panjang
- Warga Aceh Tamiang membutuhkan bantuan konkret untuk pemulihan pascabanjir.
- Koordinasi yang baik antara pemerintah dan relawan diperlukan untuk menghindari eksploitasi warga.
- Penanganan banjir yang efektif dapat mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat.
Dengan kondisi yang sulit, warga Aceh Tamiang berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk membantu pemulihan pascabanjir. Eddy Arnaldi mengingatkan bahwa negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya, bukan hanya mengeluarkan kebijakan yang tidak masuk akal.
Harapan Masyarakat
- Penanganan banjir yang lebih cepat dan efektif.
- Bantuan alat berat yang dapat diakses oleh warga tanpa biaya tambahan.
- Koordinasi yang baik antara pemerintah dan relawan untuk menghindari eksploitasi warga.
