Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, memanggil Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah ke Meuligoe Wali di Banda Aceh untuk membahas keamanan dan ketertiban masyarakat serta dampak banjir. Pertemuan ini juga membahas potensi kriminalitas pasca banjir dan perdagangan anak di luar negeri.
Kapolda Aceh menjelaskan langkah-langkah penanganan penyintas banjir dan upaya pencegahan kriminalitas. Perhatian khusus juga diberikan pada perdagangan anak perempuan Aceh di Malaysia.
Dampak Banjir dan Kriminalitas
- Penyintas banjir diberikan hunian sementara dan uang tunggu sekitar Rp 600 ribu per bulan.
- Kapolda mengakui potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat kondisi ekonomi penyintas banjir.
- Tiga golongan penyintas banjir: tetap di kampung, merantau ke kota, atau bergeser ke provinsi lain.
Perdagangan Anak
- Wali Nanggroe menyoroti perdagangan anak perempuan Aceh di Malaysia.
- Kapolda mengimbau orang tua untuk tidak tergiur janji manis calo tenaga kerja.
- Calo tenaga kerja yang berperilaku seperti itu tidak bermukim di Aceh, tetapi bergerak di luar Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.