News
Wali Nanggroe Panggil Kapolda Aceh Bahas Kamtibmas dan Dampak Banjir
3 hari yang lalu
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, memanggil Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah ke Meuligoe Wali di Banda Aceh untuk membahas keamanan dan ketertiban masyarakat serta dampak banjir. Pertemuan ini juga membahas potensi kriminalitas pasca banjir dan perdagangan anak di luar negeri.
Kapolda Aceh menjelaskan langkah-langkah penanganan penyintas banjir dan upaya pencegahan kriminalitas. Perhatian khusus juga diberikan pada perdagangan anak perempuan Aceh di Malaysia.
Dampak Banjir dan Kriminalitas
- Penyintas banjir diberikan hunian sementara dan uang tunggu sekitar Rp 600 ribu per bulan.
- Kapolda mengakui potensi meningkatnya angka kriminalitas akibat kondisi ekonomi penyintas banjir.
- Tiga golongan penyintas banjir: tetap di kampung, merantau ke kota, atau bergeser ke provinsi lain.
Perdagangan Anak
- Wali Nanggroe menyoroti perdagangan anak perempuan Aceh di Malaysia.
- Kapolda mengimbau orang tua untuk tidak tergiur janji manis calo tenaga kerja.
- Calo tenaga kerja yang berperilaku seperti itu tidak bermukim di Aceh, tetapi bergerak di luar Aceh.
