Kembalipendidikan

Warga Aceh Khawatir Anak Sekolah Tersengat Listrik, Butuh GPAS

Penulis

serambinews.com

Tanggal

29 Mei 2026

Warga Aceh Khawatir Anak Sekolah Tersengat Listrik, Butuh GPAS

Keselamatan siswa di sekolah menjadi perhatian crescente setelah sejumlah kasus sengatan listrik fatal di berbagai daerah Indonesia, termasuk ancaman yang tidak terasa dari kebocoran arus listrik.

Di Aceh, banyak sekolah masih menggunakan pelindung MCB biasa yang tidak mendeteksi arus bocor, sehingga siswa dan guru berisiko terkena sengatan yang bisa fatal; penggunaan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB dengan sensitivitas 30 mA direkomendasikan untuk memutus aliran listrik dalam kurang dari 0,1 detik.

Risiko Kebocoran Arus Listrik di Sekolah

  • Kebocoran arus listrik biasanya tidak terasa karena MCB hanya menangani overload dan kortsluit, bukan arus bocor.
  • Isolasi kabel yang rusak, pentanahan tidak standar, atau perangkat elektronik yang bermasalah bisa mengancam.
  • Dalam kondisi basah, arus bisa mengalir melalui lantai atau dinding tanpa disadari.
  • GPAS/RCCB mendeteksi kebocoran arus dan memutus aliran dalam < 0,1 detik sebelum berbahaya bagi manusia.
  • Pemerintah sedang menyusun regulasi wajib pemasangan GPAS di fasilitas publik termasuk sekolah.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.