News
DEA & DEN Sepakati Konektivitas Maritim Aceh-Malaysia, Kopi & Rotan Bakal Tembus Pasar Dunia
05 Februari 2026 12:22
Dewan Ekonomi Aceh (DEA) dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah menyepakati skema konektivitas maritim Aceh-Malaysia. Port Klang akan menjadi pintu ekspor global bagi kopi, rotan, dan komoditas unggulan Aceh lainnya. Ini diharapkan dapat memangkas biaya logistik tinggi dan mempercepat akses pasar dunia.
Pertemuan strategis di Jakarta, Rabu (4/2/2026), dihadiri oleh Ismail Rasyid, Sekjen DEA, dan Jodi Mahardi, Staff Khusus DEN. Keduanya sepakat bahwa Port Klang akan menjadi hub internasional bagi komoditas Aceh sebelum diekspor ke mancanegara.
Skema Konektivitas Maritim
- Port Klang menjadi pintu ekspor global bagi kopi, rotan, dan komoditas unggulan Aceh.
- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia berkomitmen mengawal percepatan kerjasama.
- Tim KADIN dipimpin Chairman Christian Wanandi, didampingi Vice Chairman Rudy Hutagalung dan Ivan Cokro.
- Sinergi kebijakan pusat digerakkan Jodi Mahardi berpadu dengan kesiapan teknis di lapangan yang dikawal Aulia Rahman, GM Pelindo Lhokseumawe.
Dampak Jangka Panjang
- Memanfaatkan Port Klang sebagai transit hub internasional.
- Mengurangi biaya logistik tinggi yang selama ini membebani pengusaha lokal akibat jalur darat panjang ke pelabuhan di provinsi tetangga.
- Presentasi ke Gubernur Aceh untuk memperoleh mandat eksekusi dan mengirimkan proposal resmi ke Malaysia.
Langkah ini dinilai sebagai solusi realistis untuk memangkas biaya logistik tinggi yang selama ini membebani pengusaha lokal akibat jalur darat panjang ke pelabuhan di provinsi tetangga.
