Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak 3.435,5 Hektare Tambak, 1.974 Keluarga Terancam Miskin

8 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2026 meninggalkan kerusakan parah pada sektor budidaya perikanan. Data terbaru menunjukkan bahwa 3.435,5 hektare tambak rusak, dengan kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Manyakpayed dan Bandamulia. Kondisi ini mengancam mata pencaharian 1.974 keluarga yang bergantung pada sektor ini.

Pemerintah daerah memperkirakan dibutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk pemulihan. Dana ini akan digunakan untuk rehabilitasi tambak, perbaikan pintu air dan saluran, serta pengadaan benih ikan seperti udang, bandeng, nila salin, gurami, dan lele.

Dampak Banjir Bandang

  • 3.435,5 hektare tambak rusak, dengan kerusakan terparah di Kecamatan Manyakpayed dan Bandamulia.
  • 1.974 keluarga bergantung pada sektor budidaya perikanan yang terdampak.
  • Pemulihan memerlukan dana Rp 500 miliar untuk rehabilitasi dan pengadaan benih ikan.

Upaya Pemulihan

  • Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan untuk segera direalisasikan.
  • Rehabilitasi tambak dan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama.
  • Pengadaan benih ikan untuk membantu pelaku usaha kembali beraktivitas.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak untuk mencegah peningkatan angka kemiskinan di Aceh Tamiang.

Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak 3.435,5 Hektare Tambak, 1.974 Keluarga Terancam Miskin