News
Bank Aceh Syariah Salurkan KUR Rp 1,5 Triliun untuk UMKM Aceh di 2026
26 Januari 2026 08:37
Bank Aceh Syariah resmi ditetapkan sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah tahun 2026 dengan alokasi kuota mencapai Rp 1,5 triliun. Alokasi ini menjadi modal strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Aceh, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menyampaikan optimisme tinggi terhadap penyerapan kuota KUR tahun ini. Bank Aceh siap menyalurkan pembiayaan secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan yang sehat.
Fokus Penyaluran KUR Syariah
- Alokasi kuota KUR Syariah sebesar Rp 1,5 triliun untuk tahun 2026.
- 23.853 pelaku UMKM di berbagai sektor dan wilayah telah mendapatkan manfaat langsung dari KUR Syariah hingga akhir 2025.
- Sektor perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar penyaluran KUR, diikuti oleh sektor pertanian dan jasa perorangan.
- Strategi penyaluran yang lebih inklusif dan merata, tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan tetapi juga menyasar sektor produksi hingga ke wilayah pedesaan.
Manfaat KUR Syariah
- Meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat daya saing UMKM.
- Membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Bank Aceh berkomitmen menjaga amanah ini dengan menyalurkan KUR secara produktif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Capaian Bank Aceh
- Rp 2,56 triliun telah direalisasikan sebagai pembiayaan KUR Syariah hingga akhir 2025.
- 23.853 pelaku UMKM di berbagai sektor dan wilayah telah mendapatkan manfaat langsung dari KUR Syariah.
Bank Aceh optimistis program KUR Syariah dapat menjadi tulang punggung permodalan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
