News
UIN Ar-Raniry Aceh Siap Bangun Kampus Baru untuk 14 Ribu Mahasiswa
7 jam yang lalu
Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI bersama Kementerian Agama RI meninjau lokasi yang direncanakan untuk pembangunan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Kunjungan ini berlangsung dari Rabu hingga Jumat (14–16/1/2026) dan merupakan bagian dari evaluasi kesiapan UIN Ar-Raniry sebagai calon perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang diusulkan menerima pembiayaan melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN).
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman M.Ag, menyatakan bahwa evaluasi mencakup kesiapan dokumen teknis, baik aspek hard component maupun soft component, terkait rencana pembangunan dan pengembangan sarana prasarana kampus. Program ini diharapkan menjadi motor transformasi UIN Ar-Raniry menuju world class university melalui pengembangan smart campus, smart building, dan techno university.
Rencana Pembangunan Kampus Baru
-
Kampus I UIN Ar-Raniry saat ini menampung lebih dari 22 ribu mahasiswa di atas lahan sekitar 33 hektare. Sebagian infrastruktur dinilai tidak lagi memadai, terutama bangunan lama pascagempa dan tsunami Aceh 2004 yang mengalami penurunan kualitas struktur dan berisiko terhadap keselamatan.
-
Pembangunan sembilan titik gedung baru direncanakan untuk menampung lebih dari 14 ribu mahasiswa. Peningkatan jumlah peminat mahasiswa baru dari tahun ke tahun menuntut ketersediaan ruang belajar, laboratorium, serta fasilitas pendukung yang layak, aman, dan manusiawi.
-
Pembangunan infrastruktur melalui skema pinjaman luar negeri ini diharapkan memberikan tiga dampak strategis:
- Memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai pusat keilmuan Islam dan ekonomi syariah.
- Mendukung pembukaan fakultas baru termasuk rencana Fakultas Kedokteran.
- Mendukung kolaborasi lintas disiplin melalui ruang akademik terpadu.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Ketua Tim Direktorat PTI Bappenas RI, Dimas Suryo Sudaryo, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis UIN Ar-Raniry sebelum diusulkan ke tahap selanjutnya, yakni masuk dalam Daftar Calon Penerima Pinjaman Luar Negeri yang akan dituangkan dalam Green Book Bappenas. Evaluasi dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan infrastruktur telah disusun sesuai prosedur dan ketentuan, sehingga layak dilanjutkan ke tahap perencanaan nasional.
Perwakilan Subdit Sarana Prasarana Diktis Pendis Kemenag RI, Doni Wibowo, mendorong UIN Ar-Raniry terus memperkuat perencanaan secara terstruktur dan terukur, baik pengembangan fisik maupun nonfisik kampus. UIN Ar-Raniry berharap hasil evaluasi dan reviu Readiness Criteria dari Bappenas dan Kemenag RI dapat menjadi dasar penguatan perencanaan pembangunan kampus ke depan guna meningkatkan daya saing pendidikan tinggi di tingkat regional hingga global.
