News
19 Pelajar dan Balita di Aceh Timur Diduga Keracunan MBG, Tiga Dilarikan ke RSUD
25 Januari 2026 18:06
Belasan pelajar dan balita di Aceh Timur diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu MBG. Peristiwa ini terjadi di wilayah Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur, pada Sabtu (24/1/2026).
Korban yang sebagian besar merupakan pelajar dan balita mengeluhkan gejala mual, muntah, sakit kepala, dan lemas setelah mengonsumsi makanan tersebut. Sebanyak 19 orang terdampak, dengan tiga di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud.
Kondisi Korban
- Tiga korban dirujuk ke RSUD Zubir Mahmud, salah satunya masih dirawat di Ruang Perawatan Anak (RPA).
- Dua korban lainnya pulang atas permintaan sendiri (PAPS) setelah kondisinya membaik.
- Sisanya dirawat di puskesmas setempat.
Penyebab Keracunan
- Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari semangka, bihun bakso, tahu, dan sayur-sayuran.
- Penyebab keracunan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Tanggapan Pihak Berwenang
Direktur RSUD Zubir Mahmud, Edy Gunawan, mengonfirmasi adanya tiga pasien rujukan akibat dugaan keracunan makanan. Pihak rumah sakit dan puskesmas terus memantau kondisi korban lainnya.
Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang disalurkan secara massal, hingga penyebab keracunan dapat dipastikan.
Dampak Jangka Panjang
- Kesehatan masyarakat: Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi makanan massal.
- Edukasi: Pentingnya edukasi tentang keamanan pangan bagi pelajar dan balita.
- Keamanan pangan: Perlunya peningkatan pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan di wilayah Aceh Timur.
Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan pihak berwenang dapat segera menemukan penyebab keracunan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Update: Hingga saat ini, kondisi korban masih terus dipantau oleh pihak medis. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab keracunan akan segera diumumkan.
