News
Warga Jamat Aceh Tengah Terisolasi, Jembatan Darurat Belum Terbangun
23 Januari 2026 22:14
Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, masih terisolasi pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Akses jalan dan jembatan yang menghubungkan lima desa di wilayah tersebut belum juga diperbaiki, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama dalam upaya swadaya membangun jembatan darurat.
Keterisolasian tersebut berdampak pada sektor ekonomi warga, terutama perkebunan kopi dan durian yang belum dapat digarap secara maksimal. Selain itu, warga juga masih kekurangan fasilitas dasar seperti air bersih, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan yang memadai.
Dampak Bencana
- Akses jalan dan jembatan belum diperbaiki, menghambat mobilitas warga.
- Keterbatasan ekonomi menghalangi upaya swadaya membangun jembatan darurat.
- Sektor perkebunan kopi dan durian terganggu, mengurangi pendapatan warga.
- Fasilitas dasar seperti air bersih, sarana ibadah, dan pendidikan masih belum memadai.
Harapan Warga
Warga berharap desa mereka bisa segera pulih setelah bencana dan kehidupan kembali normal. Mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan, serta menyediakan fasilitas dasar yang memadai.
Upaya Swadaya
Masyarakat telah berusaha membuka akses jalan dan membangun jembatan darurat secara swadaya. Namun, keterbatasan ekonomi membuat upaya tersebut sulit terwujud. Mereka berharap dapat menyewa alat berat untuk mempercepat pembukaan jalan dan pembangunan jembatan darurat.
Dampak Ekonomi
Keterisolasian wilayah berdampak pada sektor ekonomi warga, terutama perkebunan kopi dan durian. Hanya warga tertentu yang mampu melewati jalur ekstrem untuk membawa hasil kebun keluar. Warga lainnya hanya bisa pasrah menunggu bantuan dari pemerintah dan pihak terkait.
Fasilitas Dasar
Selain akses jalan, warga Jamat juga masih kekurangan fasilitas dasar seperti air bersih, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan yang memadai. Di lokasi pengungsian pun belum tersedia hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
