News
Banjir Bireuen: Atap SDN 5 Peusangan Siblah Krueng Ditumbuhi Rumput, Pembersihan Belum Tersentuh
24 Januari 2026 13:05
Banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November 2025 meninggalkan dampak parah bagi SDN 5 Peusangan Siblah Krueng. Hingga Januari 2026, bangunan sekolah masih tertutup lumpur tebal yang mulai ditumbuhi rumput, sementara pembersihan belum dilakukan.
Kepala sekolah, Mustaqimah SPd Gr, menyatakan bahwa seluruh fasilitas sekolah, termasuk enam ruang belajar, ruang pustaka, dan ruang guru, hancur akibat banjir. Dokumen penting seperti data siswa dan guru juga hilang, menyulitkan proses pembelajaran.
Dampak Banjir terhadap Sekolah
- 6 ruang belajar, ruang pustaka, ruang guru, dan ruang kepala sekolah hancur.
- Lumpur tebal menutupi atap sekolah dan mulai ditumbuhi rumput.
- Fasilitas sekolah seperti lapangan bola hanya terlihat mistar gawang bagian atas.
- Dokumen penting hilang, menghambat pengisian data secara online.
Dampak terhadap Guru dan Siswa
- 17 guru terdampak banjir, hanya satu atau dua guru yang tidak langsung terdampak.
- Murid-murid mengalami kerusakan rumah dan kehilangan barang.
- Guru harus naik rakit ketek untuk mencapai sekolah.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan sekolah dan mendukung proses pembelajaran yang terganggu akibat bencana alam ini.
Bantuan dan Pemulihan
- Unicef pernah memberikan bantuan pembangunan sekolah pada tahun 2009.
- Masyarakat meminta dua bangunan lama tidak dibongkar untuk digunakan sebagai ruang darurat.
- Pembersihan lumpur dan pemulihan fasilitas sekolah menjadi prioritas utama.
Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, diharapkan bantuan dari pemerintah dan pihak terkait dapat segera diberikan untuk memulihkan SDN 5 Peusangan Siblah Krueng dan mendukung kelanjutan pendidikan di daerah tersebut.
Refleksi untuk Warga Aceh
- Bagaimana bencana alam dapat mempengaruhi pendidikan anak-anak di Aceh?
- Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu pemulihan sekolah yang terdampak banjir?
- Bagaimana peran pemerintah dalam menangani dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan?
