News
Bendungan Krueng Pase Kembali Aliri Sawah Petani Aceh Utara Setelah 5 Tahun Kering
3 jam yang lalu
Bendungan D.I Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, kembali mengaliri irigasi sawah petani di sembilan kecamatan wilayah setempat. Bangunan peninggalan Belanda tersebut sempat rusak parah akibat banjir dan tingginya debit air pada tahun 2020.
Uji coba pengaliran air ini merupakan capaian progres rehabilitasi menjelang peresmian dan fungsional. Bendungan ini diharapkan dapat menyahuti kebutuhan air irigasi bagi ribuan hektare lahan persawahan di Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Dampak Bendungan Krueng Pase
- Bendungan ini mengaliri sekitar 8.922 hektare sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Samudera, Matang Kuli, Tanah Luas, Nibong, Syamtalira Bayu, Syamtalira Aron, Tanah Pasir, dan Blang Mangat di Lhokseumawe.
- Bendungan Krueng Pase menjadi tulang punggung sistem irigasi dan penopang utama bagi produktivitas ribuan petani di Aceh Utara.
- Hampir lima tahun para petani di sembilan kecamatan tidak bisa menanam padi lantaran tidak ada aliran air hingga menyebabkan kekeringan.
Harapan Petani
- Petani berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pembersihan endapan lumpur sisa banjir.
- Mereka juga berharap pemerintah menormalisasikan saluran sekunder dan tersier agar distribusi air benar-benar merata hingga ke seluruh area persawahan.
- Dengan air yang sudah mulai mengalir, petani berharap lahan sawah segera pulih dan mereka bisa melakukan penanaman serentak.
