Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Petani Aceh Raih Pendapatan Rp10 Juta per Bulan dari Minyak Nilam

1 hari yang lalu

Berawal dari rasa penasaran terhadap komoditas minyak nilam, Teuku Razwan kini menjadi produsen dan eksportir minyak nilam Aceh. Melalui perusahaan Razma Agro Jayana, ia mengembangkan bisnis aromatik yang menyediakan bahan baku minyak nilam untuk industri fragrance, beauty, dan wellness global.

Razwan memulai bisnisnya pada akhir 2020 dengan menanam satu hektare nilam. Hasilnya dinilai menjanjikan, meski terdapat selisih antara hitungan teori dan praktik lapangan. Ia terus memperluas lahan hingga mencapai 20 hektare pada 2025 dan mengembangkan bisnis bersama kelompok petani muda.

Perjalanan Bisnis Minyak Nilam

  • Razwan memulai dari level petani, kemudian merambah ke penyulingan, pengumpulan minyak, hingga menembus pasar ekspor.
  • Ia menerapkan pola kontrak farming dengan jaminan pembeli dan harga minimal untuk mengatasi fluktuasi harga.
  • Perusahaan juga memfasilitasi akses pembiayaan bagi petani melalui lembaga keuangan.

Dampak Ekonomi bagi Petani

  • Biaya tanam nilam satu hektare secara tradisional bisa mencapai Rp50 juta, bahkan Rp70 juta untuk sistem semi-intensif.
  • Dengan produktivitas rata-rata 200–300 kilogram per tahun dari dua kali panen, petani berpotensi meraih pendapatan bersih sekitar Rp10 juta per bulan.
  • Razwan mengintegrasikan sekitar 500 petani dengan luas lahan 592 hektare di delapan kabupaten/kota di Aceh ke dalam sistem digital bernama Razma Digitalize Nilam Ecosystem.

Pasar Global dan Tantangan

  • Kebutuhan global minyak nilam mencapai 2.000–2.500 ton per tahun, sementara pasokan baru berkisar 1.000–1.200 ton.
  • Pasar ekspor utama perusahaan tersebut meliputi China, Singapura, India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa.
  • Razwan berkomitmen untuk mengatasi persoalan lama yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga yang ekstrem.
Petani Aceh Raih Pendapatan Rp10 Juta per Bulan dari Minyak Nilam
0123456789