News
Pengungsi Etnik Jawa, Gayo, dan Aceh di SMPN 32 Aceh Tengah Menanti Relokasi
21 Januari 2026 03:41
Dua bulan setelah banjir Siklon Senyar 2025 melanda, warga Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, masih terpaksa mengungsi di SMPN 32. Jembatan yang roboh menjadi penyebab utama isolasi desa, menghancurkan rumah-rumah, dan memutus akses ekonomi warga. Desa yang sebelumnya makmur sebagai penghasil cabai dan durian kini terisolasi dan tak layak huni.
Para pengungsi yang terdiri dari etnik Jawa, Gayo, dan Aceh, kini menanti pembangunan hunian sementara dan tetap di lokasi baru. Mereka juga berharap pembangunan jembatan dan akses jalan ke desa, serta program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian untuk memulihkan kehidupan mereka.
Kondisi Pengungsi
- 99 KK mengungsi di ruang kelas SMPN 32, dengan satu kelas menampung hingga 9 KK.
- Rumah-rumah hancur, desa terisolasi, dan akses listrik terputus.
- Akses jalan rusak parah, warga terpaksa menggantung di tali untuk menyeberangi sungai.
Harapan Warga
- Relokasi desa ke perbatasan desa tetangga.
- Pembangunan jembatan dan jalan untuk mengakses desa.
- Program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan.
Dampak Ekonomi
- Petani kesulitan mengangkut hasil panen karena biaya pengangkutan yang mahal.
- Potensi ekonomi desa sebagai penghasil cabai dan durian terhambat.
Warga Desa Bintang Pepara berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memulihkan kehidupan mereka dan membangun kembali desa yang pernah makmur.
"Kampung kami harus direlokasi ke perbatasan desa tetangga," ujar Misran SH, Reje Desa Bintang Pepara, dengan tegar. Warga menanti hunian sementara dan tetap, serta pembangunan jembatan dan akses jalan untuk memulihkan kehidupan mereka.
"Sudah dua bulan kami mengungsi ke sekolah ini," ujar seorang pengungsi sambil menyiapkan makan malam di dapur umum. Mereka berharap agar bantuan dan program pemberdayaan ekonomi segera datang untuk memulihkan kehidupan mereka.
Dengan kondisi jalan yang rusak parah dan jembatan yang roboh, warga Desa Bintang Pepara berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memulihkan kehidupan mereka dan membangun kembali desa yang pernah makmur.
