Banjir yang melanda Aceh pada 2025 meninggalkan dampak panjang, termasuk keterbatasan akses pangan bagi korban yang masih menempati hunian sementara. Kondisi ini mendorong Unit Pelaksana Teknis Tsunami Disaster Mitigation Research Center Universitas Syiah Kuala (TDMRC USK) untuk memperkuat riset kebencanaan, khususnya dalam aspek pangan darurat.
Sebagai respons, TDMRC USK membentuk Divisi Pangan Darurat Bencana, yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan pemenuhan kebutuhan pangan saat bencana terjadi. Langkah ini didukung oleh workshop dan produksi nasi instan yang telah dilakukan sebelumnya.
Pengembangan Riset Pangan Darurat
- Divisi Baru: TDMRC USK menambah Divisi Pangan Darurat Bencana sebagai respons terhadap keterbatasan pasca bencana.
- Kolaborasi Lintas Program Studi: Tim riset melibatkan program studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Hasil Perikanan, Pendidikan Tata Boga, serta Teknik Kimia.
- Kelas Singkat: Kegiatan internal berupa kelas singkat daring menghadirkan Tjahja Muhandri dari IPB University untuk membahas teknik sterilisasi untuk produksi pangan darurat.
Rencana Ke Depan
- Laboratorium Standar BPOM: TDMRC USK berencana membangun laboratorium pangan darurat yang sesuai standar BPOM agar produk dapat memperoleh izin edar.
- Koordinasi dengan BBPOM Aceh: Tim sudah melakukan koordinasi dengan pihak BBPOM Aceh untuk memastikan produk memenuhi standar keamanan.
- Dukungan Finansial: Fasilitas uji validasi kecukupan panas sangat diperlukan untuk memastikan proses sesuai dengan standar keamanan produk.
Pentingnya Pangan Darurat
- Definisi Pangan Darurat: Makanan siap saji yang memberikan energi bagi korban bencana, memiliki umur simpan lama, dan mudah didistribusikan.
- Sesuai Budaya Lokal: Pangan darurat sebaiknya sesuai dengan budaya konsumsi masyarakat yang terdampak.
- Teknik Sterilisasi: Produksi pangan darurat dapat dilakukan dengan teknik sterilisasi menggunakan alat sederhana seperti panci presto.
Diharapkan, USK dapat menjadi pusat produksi pangan darurat untuk wilayah Aceh, memperkuat mitigasi bencana dan pemulihan pasca bencana.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Sabang Hadapi TPA Lhok Batee Hampir Penuh, Sisa Kapasitas Satu Tahun
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Petani sawit Aceh Tamiang terkena harga TBS turun tajam hingga Rp2.120/kg
Dalam hitungan pekan, harga yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp3.300 per kilogram kini merosot tajam menjadi hanya Rp2.120 per
Petani Bireuen Tenang, Air Pump Dibangun untuk Sawah","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":70,"FinalScore":79,"Summary":"Kementerian PertanianRI
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Warga Aceh Besar Menanti Daging Kurban dari 170 Hewan","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":60,"Evidence":90,"LongTermValue":60,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Madrasah di Aceh Besar
Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar menyembelih sebanyak 170 hewan kurban pada


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.