Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Ashari Divana, Mahasiswa Aceh, Berjuang Melanjutkan Kuliah Setelah Ayah Meninggal

04 Februari 2026 18:08

Ashari Divana (19), mahasiswa semester pertama Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Almuslim (Umuslim), Bireuen, menerima Surat Keputusan (SK) penerima beasiswa internal kampus. Senyumnya merekah ketika menerima kabar baik tersebut, namun di balik senyum itu tersimpan kisah perjuangan seorang anak yang hampir kehilangan harapan melanjutkan kuliah setelah ayahnya meninggal dunia.

Ashari sempat pasrah ketika sang ayah, Badruddin, wafat pada Oktober 2026. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan selama ini menjadi penopang biaya pendidikan. Kepergian sang ayah membuat Ashari bingung: siapa yang akan membiayai kuliah, sementara kakaknya juga sedang menempuh pendidikan di semester lima, dan adiknya masih duduk di bangku SMP.

Harapan Baru

Ibunya, Husna Manita (40), hanya mengandalkan hasil menanam sayur di pekarangan rumah. “Kuliah terus, uang jajan akan saya usahakan,” pesan sang ibu dengan mata berkaca-kaca. Dukungan sederhana itu menjadi penguat bagi Ashari untuk tetap berjuang.

Harapan sempat pupus ketika namanya tidak tercantum dalam daftar penerima beasiswa KIP Kuliah. Namun, Dekan FKIP memberi kabar bahwa Ashari diusulkan sebagai penerima beasiswa internal kampus. Biaya kuliah ditanggung penuh. “Saya sangat bersyukur. Informasi itu membuat saya kembali bersemangat,” kata Ashari mengenang momen tersebut.

Program Beasiswa Internal Umuslim

Setiap hari, Ashari berangkat ke kampus dengan menumpang sepeda motor rekannya, Syifa, yang juga penerima beasiswa. Meski sederhana, semangatnya tak pernah surut.

Program beasiswa internal Umuslim tahun ini menetapkan 397 mahasiswa sebagai penerima dengan total anggaran Rp 12,7 miliar. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena kendala biaya. SK diserahkan langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Umuslim, Rusydi Mukhtar, didampingi Rektor Umuslim, Dr Marwan.

Harapan Baru

Bagi Ashari, beasiswa bukan sekadar bantuan finansial. Ia adalah harapan baru, jalan untuk mewujudkan cita-cita, sekaligus bukti bahwa pendidikan tetap bisa diraih meski di tengah keterbatasan.

“Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak. Beasiswa ini sangat berarti bagi hidup saya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ashari Divana, Mahasiswa Aceh, Berjuang Melanjutkan Kuliah Setelah Ayah Meninggal
0123456789