News
Mendagri Tinjau Kerusakan Jalan Aceh Timur, Akses Warga Terputus
21 Januari 2026 13:41
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dijadwalkan meninjau langsung dampak banjir di Kabupaten Aceh Timur pada Kamis (22/1/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk melihat kondisi kerusakan infrastruktur yang parah akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Fokus utama peninjauan adalah ruas jalan yang putus total yang menghubungkan Gampong Pante Labu (Aceh Timur) dengan Kecamatan Langkahan (Aceh Utara). Jalur ini merupakan urat nadi transportasi warga yang lumpuh total akibat terjangan banjir besar beberapa waktu lalu.
Dampak Banjir di Aceh Timur
- Ruas jalan putus total menghubungkan Gampong Pante Labu dengan Kecamatan Langkahan.
- Akses transportasi warga terputus, menyebabkan kesulitan dalam mobilitas dan distribusi barang.
- Kunjungan Mendagri diharapkan mempercepat rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak berat.
- Pemulihan pascabencana menjadi prioritas nasional, ditandai dengan kehadiran Mendagri.
Upaya Pemulihan
- Pemerintah daerah dan BNPB sedang melakukan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para pengungsi di wilayah pedalaman Aceh Timur.
- Kehadiran Mendagri menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Aceh menjadi prioritas nasional.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat langkah taktis pemerintah pusat dalam memberikan bantuan rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak berat. Kehadiran Mendagri juga menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Aceh menjadi prioritas nasional.
Lokasi Kunjungan
- Titik utama kunjungan: Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari.
- Lokasi pendaratan: Lapangan Bola Pasi Tinggi, Gampong Pante Labu.
- Perjalanan darat: Dari titik pendaratan menuju lokasi kerusakan jalan diperkirakan memakan waktu sekitar 15 menit.
Kehadiran Mendagri diharapkan dapat mempercepat langkah taktis pemerintah pusat dalam memberikan bantuan rehabilitasi infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak berat. Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pemulihan pascabencana di Aceh menjadi prioritas nasional.
