Senin, 9 Maret 2026, Prof Mirza Tabrani dijadwalkan dilantik sebagai rektor ke-12 Universitas Syiah Kuala (USK) oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Dr. Safrizal ZA, M.Si di Kampus Darussalam, Banda Aceh. Kemenangannya dalam pemilihan rektor periode 2026–2031 dengan perolehan 13 suara dari 19 suara sah menandai perubahan arah kepemimpinan di kampus terbesar di Aceh, sekaligus pemilihan rektor pertama sejak USK berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), yang dilakukan melalui mekanisme Majelis Wali Amanat.
Mirza bukan sosok baru di lingkungan USK. Pria kelahiran 1967 ini merupakan akademisi yang hampir seluruh kariernya ditempa di kampus tersebut. Dia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di USK sebelum melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) dan Doctor of Business Administration (DBA) di Universiti Kebangsaan Malaysia. Di lingkungan kampus, ia dikenal sebagai dosen pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Bidang keahliannya berada pada pemasaran, perilaku konsumen, serta pengembangan produk baru dalam dunia bisnis.
Visi dan Janji Mirza
Mirza mengkritik beberapa persoalan yang menurutnya masih menjadi hambatan bagi kemajuan universitas. Dia menyebut, universitas harus bertransformasi dari sekadar institusi pendidikan menjadi pusat inovasi dan penggerak pembangunan daerah. Beberapa agenda strategis yang ia tawarkan antara lain, transformasi riset dan reputasi global. Mirza menargetkan peningkatan kualitas publikasi ilmiah internasional dan kolaborasi riset global.
Tantangan dan Ekspektasi
Sejumlah kalangan kampus mengingatkan bahwa tantangan USK tidak ringan. Isu seperti peningkatan kualitas riset, transparansi pengelolaan anggaran, hingga daya saing global universitas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Sebagai rektor ke-12 dalam sejarah Universitas Syiah Kuala, Mirza kini memikul ekspektasi besar—bukan hanya dari kampus, tetapi juga masyarakat Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita11 Titik Panas di Aceh, Waspada Karhutla di Tanah Aceh Jaya dan Utara
BMKG mendeteksi 11 titik panas (hotspot) di Aceh pada Senin (27/4/2026), tersebar di Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
24 Anak Panti Asuhan Bumi Moro Latih First Aid di Banda Aceh
Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive...
Rencana Ferry Jakarta–Banda Aceh, Biaya Logistik Melorot di Aceh
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan angkutan penyeberangan
Pulihkan Pertanian, Kementan Tanam Padi Gogo di Pulo Siron Bireuen
Upaya pemulihan diawali dengan perbaikan infrastruktur penahan sawah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.