News
Pilot Jet Tempur Indonesia Mendarat di Jalan Tol Trans-Sumatra
13 Februari 2026 22:41
Indonesia menguji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur di jalan tol Trans-Sumatra, menarik perhatian media internasional. Langkah ini dipandang sebagai strategi inovatif untuk memperkuat pertahanan sekaligus memaksimalkan infrastruktur sipil.
Uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat militer di ruas Tol Trans-Sumatra pada 11 Februari 2026, dipandang sebagai strategi inovatif untuk memperkuat pertahanan sekaligus memaksimalkan infrastruktur sipil.
Inovasi Pertahanan
- Dua pesawat TNI AU diuji di Sumatra, dan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebutnya sebagai “tonggak penting” dalam modernisasi militer.
- Dua pesawat, F-16 dan EMB-314 Super Tucano, sukses mendarat dan lepas landas di segmen sepanjang 3.000 meter.
- Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, menghadapi tantangan besar menjaga kedaulatan udara.
- Kapal induk dinilai terlalu mahal untuk cakupan wilayah seluas itu.
Strategi Alternatif
- Jalan tol yang tersebar di seluruh provinsi dapat menjadi runway alternatif yang lebih realistis dan efisien.
- Kepala Staf TNI AU, Marsekal Mohamad Tonny Harjono, menegaskan penggunaan jalan tol bersifat situasional, bukan permanen.
- Program ini sejalan dengan modernisasi pertahanan di bawah Presiden Prabowo Subianto, termasuk pembelian 42 jet Rafale dari Perancis senilai Rp 136 triliun.
- Indonesia berharap setiap provinsi memiliki minimal satu ruas tol yang bisa difungsikan sebagai landasan darurat, meski belum ada tenggat waktu implementasi.
Dengan uji coba ini, Indonesia menunjukkan seriusnya memperkuat pertahanan dengan memanfaatkan potensi infrastruktur sipil tanpa mengurangi fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi publik.
