Kembaliekonomi

Warga Aceh khuatir tenang setelah 7 jam listrik padam","PublicImpact":85,"Credibility":65,"Urgency":80,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Blackout Sumatera 22 M

Penulis

aceh.antaranews.com

Tanggal

23 Mei 2026

Warga Aceh khuatir tenang setelah 7 jam listrik padam","PublicImpact":85,"Credibility":65,"Urgency":80,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Blackout Sumatera 22 M

Sejauh pukul 18.44 WIB, gangguan pada jalur transmisi 275 kV Rumai‑Muaro Bungo di Jambi memicu pemisahan sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara dan Tengah. Hasilnya, listrik pada seluruh wilayah Aceh padam total, sehingga rumah, usaha kecil, dan fasilitas publik terjerumus dalam kegelapan.

Meski PLN menyatakan belum ditemukan bukti sabotase, timanalisis menekankan tiga kemungkinan utama: gangguan teknis karena cuaca buruk atau overload, kesalahan manusia dalam operasi proteksi, maupun ancangan non‑konvensional seperti infiltrasi SCADA. Kondisi geopolitik yang menegnah membuat infrastruktur listrik menjadi target potensial dalam perang hybrid.

Analisis Penyebab dan Implikasi untuk Ketahanan Listrik di Aceh

  • Gangguan terjadi pukul 18.44 WIB, menyebabkan padam total di Sumatera Bagian Utara termasuk Aceh.
  • Durasi pemadaman di Aceh rata‑rata 7 jam sebelum listrik mulai pulih bertahap.
  • Jalur transmisi 275 kV Rumai‑Muaro Bungo (Jambi) disebut sebagai titik awal pemisahan jaringan.
  • PLN menegaskan belum ada bukti tindakan sabotage; investigasi masih berfokus pada gangguan teknis dan cuaca buruk.
  • Pengalaman blackout di Ukraina 2022 dan India 2012 menunjukkan risiko infrastruktur listrik sebagai target hybrid warfare.
  • Untuk meningkatkan ketahanan, diperlukan sistem backup transmission, islanding capability, serta pertahanan siber pada jaringan SCADA.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.