News
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Aceh, Waspadai Banjir dan Longsor
27 Januari 2026 19:21
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di Aceh pada periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi berupa hujan lebat hingga ekstrem yang disertai angin kencang dan kilat/petir.
BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem telah terjadi pada 23–26 Januari 2026. Curah hujan tertinggi tercatat di DKI Jakarta mencapai 171,8 mm per hari, disusul Banten 148,9 mm, Jawa Barat 106,8 mm, dan Sumatera Selatan 86,2 mm per hari.
Dampak di Aceh
- Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.
- Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Aceh Selatan.
- Angin kencang berpotensi melanda Aceh Selatan.
Penyebab Cuaca Ekstrem
- Penguatan monsun dingin Asia yang meningkatkan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan dan Selat Karimata.
- Massa udara dingin dari Asia bergerak ke selatan dan bertemu dengan aliran udara dari belahan bumi selatan, membentuk konvergensi antar-tropis atau Intertropical Convergence Zone (ITCZ).
- Siklon Tropis Luana yang melemah menjadi pusat tekanan rendah turut memperkuat pembentukan awan hujan.
- Fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta melakukan langkah mitigasi untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
