News
BNPB Kurangi Armada Cuaca di Aceh, 521 Sorti Diterbangkan untuk Pemulihan Pasca-Bencana
27 Januari 2026 17:45
BNPB mengurangi armada pesawat modifikasi cuaca di Aceh dari tiga menjadi satu, setelah 521 sorti diterbangkan untuk mendukung pemulihan pasca-bencana. Operasi ini dilakukan sejak 28 November 2025 hingga 26 Januari 2026, dengan total durasi terbang 1.116 jam 56 menit.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Aceh masih terus dilaksanakan sejak 28 November 2025 hingga saat ini. Operasi tersebut dipusatkan dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana hidrometeorologi.
Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh
- OMC masih dilaksanakan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana, meski kondisi cuaca sudah cukup kondusif.
- BNPB menyampaikan, meskipun prakiraan cuaca di Aceh saat ini terpantau relatif kondusif dengan curah hujan harian yang rendah, OMC tetap dijalankan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembersihan lingkungan serta pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
- Data dari Humas BNPB mencatat, pada periode 28 November 2025 hingga 24 Januari 2026, operasi modifikasi cuaca di Aceh dilakukan dengan mengerahkan tiga armada pesawat. Namun, mulai 22 Januari 2026, armada OMC dikurangi dan hanya disiagakan satu pesawat, yakni Cessna Caravan PK-NGT.
- Pengurangan jumlah armada tersebut dilakukan dengan sejumlah pertimbangan, di antaranya menurunnya tingkat ancaman cuaca ekstrem di Aceh, serta pergeseran armada untuk memperkuat penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor di Jawa Barat.
Pengurangan Armada dan Pertimbangan
- Penipisan armada pesawat ini dengan beberapa pertimbangan antara lain tingkat ancaman cuaca ekstrem di wilayah Aceh sudah menurun dan pergeseran armada untuk membantu penguatan penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor di Jawa Barat.
- Selama periode operasi 28 November 2025 hingga 26 Januari 2026, Tim OMC Aceh telah melaksanakan 521 sorti penerbangan dengan total durasi terbang mencapai 1.116 jam 56 menit.
- Dalam operasi tersebut, BNPB juga mencatat penggunaan bahan semai awan yang cukup besar, yakni 202.400 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 285.800 kilogram Kalsium Oksida (CaO).
