Timeline Aceh

BPMA Gelar Summit Migas 2026, Dorong Kemandirian Energi Aceh

02 Februari 2026 11:58

BPMA bersama para KKKS menggelar The 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 untuk memperkuat kolaborasi sektor migas, mendorong peningkatan produksi, serta mendukung kemandirian energi dan pemulihan ekonomi Aceh. Kegiatan ini diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan daerah, khususnya Aceh.

KBA.ONE, Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Kewenangan Aceh, yakni PT Medco E&P Malaka, PT Pema Global Energi, Triangle Pase Inc., ONWA Pte. Ltd., OSWA Pte. Ltd., dan PT Aceh Energy, melaksanakan agenda tahunan The 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di gedung AAC Dayan Dawod USK, Senin, 2 februari 2026.

Tema dan Tujuan

Agenda strategis ini mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Meningkatkan Produksi Migas Demi Terwujudnya Kemandirian Energi Nasional.” Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi Supply Chain Management untuk mendukung keandalan operasi hulu migas di Aceh, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta mendorong pencapaian target produksi migas nasional.

Kontribusi Ekonomi

Forum ini diharapkan mampu menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan daerah, khususnya Aceh. Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali agenda tahunan tersebut yang kini memasuki edisi ketujuh.

Pemulihan Pasca-Bencana

Edy juga menyoroti kondisi Aceh yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Menurutnya, sektor migas diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi dan Kesejahteraan

Kepala BPMA Nasri Djalal menegaskan bahwa kolaborasi puncak para mitra bisnis migas memiliki potensi besar dalam menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, serta berkontribusi terhadap pendapatan negara dan pendapatan Aceh.

Dukungan Pemerintah

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mengapresiasi BPMA beserta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini menjadi penghubung antara kontraktor migas, akademisi, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya. Ia menekankan pentingnya optimalisasi keterlibatan masyarakat, pelaku usaha lokal, dan akademisi.

Mitigasi Bencana

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Komjen Pol (Purn) Yudhiawan, menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara. Ia menyoroti dinamika geopolitik global yang saat ini menjadikan tiga sektor utama sebagai fokus dunia, yakni ketahanan pangan, air dan sumber daya alam, serta energi.

Program Legalisasi Sumur Minyak Rakyat

Melalui konferensi pers, Kepala BPMA bersama Inspektur Jenderal Kementerian ESDM juga memastikan bahwa program legalisasi sumur minyak rakyat tetap akan terus berjalan sebagai upaya menjadikan masyarakat mitra resmi dalam kegiatan hulu migas, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui keterlibatan yang legal, aman, dan berkelanjutan.

Sesi Penggalangan Dana

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam rangkaian kegiatan summit ini juga dilaksanakan sesi penggalangan dana yang melibatkan seluruh peserta dan mitra industri migas. Dana yang terkumpul akan diperuntukkan bagi dukungan pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, sekaligus menegaskan komitmen sektor migas untuk hadir dan berkontribusi langsung bagi masyarakat.

Diskusi Panel

Selain sesi pembukaan dan konferensi pers, rangkaian The 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 juga diisi dengan sejumlah diskusi panel yang menghadirkan para ahli, stakeholder migas, akademisi, serta mitra industri. Diskusi ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan rantai pasok hulu migas, peningkatan produksi, inovasi dan teknologi, hingga peluang kolaborasi antara industri, pemerintah, dan dunia akademik.

Harapan BPMA

Melalui penyelenggaraan The 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026, BPMA berharap seluruh dinamika sektor migas di Aceh, mulai dari potensi kolaborasi, tantangan operasional, hingga peningkatan produksi, dapat dibahas secara komprehensif dan menghasilkan langkah konkret demi mendukung ketahanan energi nasional serta pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.

BPMA Gelar Summit Migas 2026, Dorong Kemandirian Energi Aceh