News
BBPOM Aceh Temukan Boraks di Kerupuk di Warkop, Dampaknya Bagaimana?
29 Januari 2026 14:59
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan adanya indikasi penggunaan boraks atau bahan berbahaya pada kerupuk tempe dan kerupuk kuning yang dijual di warkop di Banda Aceh. Hal ini ditemukan saat petugas BPOM bersama Kwarda Pramuka dan SAKA POM Aceh melakukan uji sampel terhadap sejumlah bahan makanan di lima warkop di Banda Aceh, Rabu (28/1/2026).
Dalam kegiatan Sanger Ureung Aceh tersebut, petugas memastikan pangan disajikan di warkop aman dan layak dikonsumsi. Penanggung jawab kegiatan, Yanti mengatakan, pihaknya melakukan pengujian sederhana terhadap bahan pangan, pemantauan sarana dan pengelolaan pangan, serta edukasi langsung kepada pemilik usaha.
Hasil Pengujian
- Dua sampel produk pangan terindikasi mengandung bahan berbahaya boraks, masing-masing pada kerupuk tempe dan kerupuk kuning.
- Sampel tersebut akan dilakukan uji konfirmasi di Laboratorium BPOM Aceh untuk memastikan hasil temuan secara ilmiah.
Edukasi dan Apresiasi
- Pihak BBPOM Aceh memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha dan konsumen agar semakin peduli terhadap keamanan pangan.
- Warung kopi sebagai ruang publik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pangan aman.
- BBPOM Aceh menyerahkan Stiker Sanger Ureung Aceh kepada warung kopi yang tidak ditemukan produk ilegal maupun bahan berbahaya.
Stiker ini menjadi penanda komitmen pelaku usaha dalam menyajikan pangan yang aman dan bermutu bagi konsumen.
