News
Warga Nagan Raya Demo Menolak Penutupan Tambang Emas Tradisional
09 Februari 2026 15:13
Warga penambang rakyat di Kabupaten Nagan Raya melancarkan aksi demo di DPRK setempat, Senin (9/2/2026). Massa berjumlah sekitar 500 orang menolak penutupan tambang emas yang saat ini dilancarkan pihak Polri bersama TNI dan Pemda. Aksi ini dimulai pukul 12.00 WIB dan massa datang dengan kendaraan roda empat dan dua serta membawa pengeras suara menggunakan mobil truk trado.
Demo tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Polres Nagan Raya serta TNI dan Brimob serta Satpol PP. Massa turut membawa sejumlah tulisan menyuarakan aspirasi bahwa menambang emas secara tradisional merupakan pekerjaan hari-hari warga. Massa sebelumnya meneriakan yel-yel di luar pagar, setelah beberapa saat massa diberikan masuk ke dalam perkarangan DPRK.
Aspirasi Warga
- Massa menolak penutupan tambang emas tradisional.
- Penambangan emas adalah pekerjaan utama warga.
- Aksi demo melibatkan sekitar 500 orang.
- Pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Penutupan tambang emas akan mempengaruhi ekonomi warga.
- Penambangan emas tradisional adalah sumber penghasilan utama.
- Aksi demo menunjukkan ketegangan sosial di wilayah Nagan Raya.
